Dream in Life

Meniti langkah kehidupan, menghiasinya dengan harapan dan raih dengan mimpi..

Consumer Behavior Session 3

September21

Consumer Behavior Class (Kelas Perilaku Konsumen) Tuesday Afternoon

Department of Family and Consumer Sciences

College of Human Ecology-Bogor Agricultural University

Lecturer : Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, M.Sc

Session 3 : www.ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id

PERTANYAAN MATERI PENGOLAHAN INFORMASI DAN PERSEPSI KONSUMEN

Oleh : Luphita Angelie, Mayor SKPM, College of Human Ecology

Apa yang dimaksud dengan encoding?

Jawaban : Encoding merupakan proses menyeleksi sebuah kata atau gambar untuk menyatakan persepsi dari suatu objek.

Mengapa memori terhadap suatu produk menjadi sangat penting dalam menggambarkan perilaku konsumen?

Jawaban : Karena pada dasarnya memori dapat memepengaruhi proses perhatian dan mengarahkan system sensori sehingga konsumen dapat berkonsentrasi secara selektif pada stimulus tertentu (sesuai dengan pendapat Mowen dan Minor, 1998).

Bagaimana bentuk citra atau image yang timbul ketika stimulus yang diterima oleh konsumen pada proses penerimaan?

Jawaban : Citra yang diperoleh oleh konsumen terhadap suatu objek merupakan kesimpulan mengenaii stimulus tersebut. Citra tersbut dapat berupa: persepsi produk, merk, pelayanan, harga, kualitas produk, toko dan produsen.

Consumer Behavior Session 2

September15

Consumer Behavior Class (Kelas Perilaku Konsumen) Tuesday Afternoon

Department of Family and Consumer Sciences

College of Human Ecology-Bogor Agricultural University

Lecturer : Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, M.Sc

Session 2 : www.ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id

HASIL DISKUSI KELOMPOK

Nama Anggota Kelompok :

  1. Zamaludin (I34100084)
  2. Kasfy Allama (I34100107)
  3. Intan Permata Sari (I34100133)
  4. Luphita Angelie (I34100153)
  5. Sara Endarwati (I34100155)

Jawaban Diskusi

Lima karakter positif dan negatif yang dimiliki kelompok kami adalah:

Karakter positif :

  • Baik
  • Bertanggung jawab
  • Murah senyum
  • Sabar
  • Ramah

Karakter negatif :

  • Suka menunda
  • Loading lama
  • Pelupa
  • Tidak sabar
  • Boros
  • Mudah panik/paranoid

Gaya hidup yang ada di masyarakat sekitar :

  1. Hedonis
  2. Serba instan
  3. Individualis
  4. Suka nge-geng
  5. Anak kecil yang tidak mengenal lagu-lagu dan permainan anak-anak

Tren saat ini yang ada pada masyarakat :

  1. Dari segi pakaian : meniru tren artis-artis dalam negeri maupun luar seperti Korea, Jepang ; suka membeli barang branded.
  2. Komunikasi : munculnya jejaring sosial seperti facebook, twitter, dll. ; munculnya game online
  3. Gadget : adanya handphone blackberry, handphone touchscreen.

Kerendahan Hati

August30

Oleh : Taufik Ismail

Kalau engkau tak mampu menjadi beringin yang tegak di puncak bukit..

Jadilah belukar..

Tetapi belukar yang baik, yang tumbuh di tepi danau..

Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar,

Jadilah saja rumput..

Tetapi rumput yang memperkuat tanggul pinggiran jalan..

 

Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya,

Jadilah saja jalan kecil..

Tetapi jalan setapak yang membawa orang ke mata air..

 

Tidaklah semua menjadi kapten,

tentu harus ada awak kapalnya..

 

Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi rendahnya nilai dirimu,

Jadilah saja dirimu..
Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri..

Consumer Behavior Session 1

August27

Consumer Behavior Class (Kelas Perilaku Konsumen) Tuesday Afternoon

Department of Family and Consumer Sciences

College of Human Ecology-Bogor Agricultural University

Lecturer : Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, M.Sc

Session 1 : www.ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id

Motivation and Consumption

Oleh : Luphita Angelie, Mayor SKPM, College of Human Ecology

Setiap orang pasti memiliki motivasi ketika melakukan sesuatu kegiatan. Menurut Winardi dalam bukunya Motivasi dalam Pemotivasian, secara entimologis, motivasi berasal dari perkataan bahasa Latin, yakni movere yang berarti menggerakkan (to move). Motivasi merupakan hal yang mendorong seseorang untuk melakukan suatu kegiatan. Sama seperti dua bagian yang berlawanan pada sebuah koin, demikian pula motivasi dapat bersifat negatif atau positif, tergantung pada diri penerima motivasi dan orang sekitarnya. Motivasi juga dapat bersifat internal (berasal dari diri sendiri) dan eksternal (berasal dari lingkungan sekitar). Dengan adanya motivasi, seseorang dapat melakukan aktivitasnya dan mencapai tujuan yang diinginkannya,

Ada beberapa teori yang berkaitan dengan motivasi, yaitu Drive Theory dan Expectancy Theory. Teori ‘Drive’ menyebutkan bahwa ketika suatu keadaan dorongan internal muncul, individu akan didorong untuk mengaturnya dalam perilaku yang akan mengarah ke tujuan serta mengurangi intensitas keadaan yang mendorong. Sedangkan Expentancy Theory atau teori harapan merupakan sebuah teori yang menjelaskan bahwa apabila seseorang percaya akan masa depan yang memiliki peluang, maka hal ini akan menjadi energi yang menggerakkan semangat. Teori ini diciptakan oleh Victor H. Vroom dalam bukunya “Work and Motivation”.  Menurutnya, seseorang akan memperoleh sesuatu yang diinginkannya apabila memiliki harapan yang besar dan mampu mendorong upayanya.

Motivasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keinginan dan tindakan. Motivasi sebagai pendorong terjadinya tindakan untuk tercapainya keinginan atau tujuan. Adapun keinginan merupakan sesuatu hal yang belum dimiliki seseorang dan diharapkan dapat dipenuhi dalam kehidupannya. Keinginan tidaklah sama dengan kebutuhan. Kebutuhan adalah sesuatu hal yang harus dipenuhi untuk tercapainya kesejahteraan. Dalam hal ini, keinginan merupakan pelengkap dari kebutuhan agar hidup seseorang semakin sejahtera dan memperoleh kepuasan yang lebih.

Kebutuhan dapat bersifat utilitarian (nyata, seperti makanan) atau hedonik (tidak nyata, seperti pujian). Dilhat dari jenisnya, kebutuhan dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yakni:

  1. Kebutuhan Biologis (Biological Needs) = kebutuhan yang berkaitan dengan jasmani atau fisik seseorang, contohnya adalah makan, minum, pakaian
  2. Kebutuhan Psikologis (Psychological Needs) = kebutuhan yang berkaitan dengan mentall atau disebut sebagai kebutuhan rohani, contohnya adalah membaca, rekreasi, beribadah
  3. Kebutuhan Utilitarian (Utilitarian Needs) = kebutuhan seseorang yang terfokus pada manfaat praktis sebuah barang atau produk (keawetan,nilai  ekonomis, kapasitas), contohnya seorang konsumen akan memilih motor yang awet, canggih dan memiliki nilai ekonomis sesuai standar pendapatan orang tersebut
  4. Kebutuhan Hedonis (Hedonic Needs) = kebutuhan yang mengutamakan kesenangan akan sebuah produk, terkait ‘emotionality benefits’ yang dirasakan oleh seseorang, contohnya seorang konsumen yang telah menyukai produk handphone Sony Ericsson tidak akan mau memakai handphone dengan merek BlackBerry ketika sudah memiliki kecocokan dengan merek Sony Ericsson tersebut

Menurut Abraham H. Maslow, manusia memiliki lima tingkat kebutuhan yang tergambar dalam sebuah hierarki Maslow. Berikut ini adalah tingkatan kebutuhan, dimulai dari hierarki yang paling bawah:

  1. Physiological Needs (Kebutuhan Fisiologis)
  2. Safety Needs (Kebutuhan akan rasa Aman)
  3. Belongingness Needs (Kebutuhan akan Kasih Sayang)
  4. Ego Needs (Kebutuhan akan Harga Diri)
  5. Self Actualization (Aktualisasi Diri)